MOTIF BATIK INDONESIA
Oleh: Syaiful ALim,M.Pd.I
Batik adalah
kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya
Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Batik berasal dari bahasa Jawa
“amba” yang berarti menulis dan “titik”. Awalnya batik dikerjakan hanya
terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta
para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar
kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan
ditempatnya masing-masing. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan
keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa
lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai
ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang
ini.
Tradisi membatik
pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu
motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik
dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik
tadisional klasik hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan
Surakarta.
Pada jaman
dahulu, motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan
tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan,
yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada
motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.
Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian,
muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.
Batik memang
bukan sekadar lukisan yang ditorehkan pada kain dengan mengunakan canting (alat
untuk membatik yang berisi malam atau lilin). Banyak jejak bisa digali dari
sehelai kain batik. Sebab motif yang ditorehkan pada selembar kain batik selalu
mempunyai makna tersembunyi. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat
banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya
masing-masing daerah yang amat beragam. Berikut terdapat beberapa motif batik
beserta filosofisnya yang terkenal di daratan Jawa:
Daerah : Kraton Surakarta
Jenis
Batik : Batik Kraton
Dikenakan
: Temanten Putri (malam pengantin)
Makna : Mengandung makna keluhuran. Bagi
orang Jawa, hidup memang untuk mencari keluhuran materi dan non materi.
Keluhuran materi artinya bisa tercukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja
keras sesuai dengan jabatan, pangkat, derajat, maupun profesinya. Sementara
keluhuran budi, ucapan, dan tindakan adalah bentuk keluhuran non materi. Orang
Jawa sangat berharap hidupnya kelak dapat mencapai hidup yang penuh dengan
nilai keluhuran.
Nama
motif : Sido Asih
Daerah : Kraton Surakarta
Jenis
Batik : Batik Kraton
Dikenakan
: Temanten Putri (malam pengantin)
Makna : Sido berarti jadi, asih berarti
sayang, ragam hias ini mempunyai makna agar hidup berumah tangga selalu penuh
kasih sayang.
Nama
motif : Sido Mulyo
Daerah : Banyumas
Jenis
Batik : Batik pengaruh Kraton
Dikenakan
: Temanten Pria atau putri
Makna : Bahagia, rejeki melimpah, hidup dalam
kemuliaan
Nama
motif : Sido Mukti
Daerah : Surakarta
Jenis
Batik : Batik Petani
Dikenakan
: Temanten Putra/Putri (Resepsi
/Pahargan)
Makna : Hidup yang didambakan selain
keluhuran budi, ucapan, dan tindakan, tentu agar hidup akhirnya dapat mencapai
mukti atau makmur baik di dunia maupun di akhirat.
Nama
motif : Parang Kusumo
Daerah : Surakarta
Jenis
Batik : Batik Kraton
Dikenakan
: Calon temanten putri (tukar cincin)
Makna : Hidup harus dilandasi oleh perjuangan
untuk mencari keharuman lahir dan batin, ibaratnya keharuman bunga (kusuma).
Nama
motif : Truntum
Daerah : Kraton Surakarta
Jenis
Batik : Batik Kraton
Dikenakan
: Orang tua temanten
Makna : Menuntun, yang maknanya menuntun
kedua mempelai dalam memasuki liku-liku kehidupan baru yaitu berumah tangga.
Nama
motif : Wahyu Tumurun
Daerah : Pura Mangkunegaran
Jenis
Batik : Batik Kraton
Dikenakan
: Penganten pada waktu panggih
Makna : Wahyu berarti anugerah, temurun
berarti turun, dengan menggunakan kain ini kedua pengantin mendapatkan anugerah
dari yang Maha Kuasa berupa kehidupan yang bahagia dan sejahtera serta mendapat
petunjukNya.
Itulah beberapa
motif dan filosofi batik yang berasal dari tanah Jawa. Tidak hanya sebagai
sandang saja, tetapi dibalik keunikannya batik memiliki makna yang dalam yang
melambangkan berbagai peristiwa. Sebagai salah satu pakaian tradisional
Indonesia yang ditetapkan Unesco menjadi salah satu ‘The World Heritage’, tidak
ada salahnya bagi kita untuk melestarikan batik karena saat ini batik telah
hadir dengan berbagai macam model yang modern. Untuk itu sebagai orang
Indonesia, hendaknya kita turut bangga dan melestarikan batik sebagai salah
satu warisan budaya Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar